Entri Populer

Minggu, 27 November 2011

POROS PENGGERAK RODA

Axle shaft atau poros penggerak roda adalah merupakan
poros pemutar roda-roda penggerak yang berfungsi
meneruskan tenaga gerak dari differential ke roda-roda. Axle
shaft pada kendaraan dibedakan menjadi dua yakni front
axle shaft (poros penggerak roda depan) dan rear axle shaft
(poros penggerak roda belakang). Pada kendaraan FF, front
axle shaft sebagai driving axle shaft, sedangkan pada
kendaraan tipe FR, rear axle shaft sebagai driving axle shaft.
Pada kendaraan 4WD atau AWD, front axle shaft maupun
rear axle shaft sebagai driving axle shaft.
2) Poros Penggerak Roda Belakang/ Rear Axle Shaft
Roda belakang umumnya menumpu beban lebih berat
daripada roda depan, sehingga konstruksi poros penggerak
rodanya juga relatif lebih kuat. Pemasangan poros akan
dipengaruhi oleh tipe/ jenis suspensi yang digunakan. Secara
39
Drive Shaft
Lower Arm
umum tipe suspensi yang digunakan ada dua kelompok yaitu
suspensi bebas (independent) dan suspensi kaku (rigid).
Pada tipe suspensi independent, jenis axle shaft yang
digunakan umumnya adalah tipe melayang (floating shaft
type), dimana poros bebas dari menumpu beban dan bebas
bergerak mengikuti pergerakan roda akibat suspensi
kendaraan.
Gambar 46. Konstruksi Poros Melayang
Pada suspensi rigid pada umumnya menggunakan tipe poros
memikul dimana axle shaft diletakkan di dalam axle housing,
yang dipasangkan berkaitan melalui bantalan.
Gambar 47. Konstruksi Poros Memikul
Poros memikul terdiri dari 3 tipe, yaitu : full floating, threequarter
floating dan semi-floating. Nama tipe poros tersebut
40
mencerminkan kebebasan poros untuk tidak menyangga
beban kendaraan. Full floating berarti sepenuhnya poros
tidak menyangga beban, three-quarter floating berati ¾
beban kendaraan tidak ditumpu oleh poros (poros
menyangga ¼ beban) sedangkan semi floating berarti poros
hanya menumpu ½ beban.
Gambar 48. Konstruksi poros memikul model full floating
Pada tipe ini bantalan-bantalan dipasangkan diantara
haousing dan wheel hub, sedangkan roda dipasangkan pada
hub. Beban kendaraan sepenuhnya ditumpu oleh axle
housing, sedangkan poros roda tidak memikul beban, hanya
berfungsi menggerakkan roda. Model ini sangat bagus untuk
kendaraan berbeban berat.
Gambar 49. Konstruksi poros memikul model three-quarter floating
Pada tipe three-quarter floating, hanya dipasangkan sebuah
bantalan di antara axle housing dan wheel hub. Roda
dipasangkan langsung pada poros roda. Hampir seluruh
41
beban ditumpu oleh housing. Gaya lateral (lateral force) baru
akan bekerja pada poros/ axle bila kendaraan membelok.
Gambar 50. Konstruksi poros memikul model semi floating
Tipe semi floating banyak dipakai pada kendaraan ringan.
Hampir seluruh beban kendaraan dipikul oleh axle shaft,
demikian juga gaya lateral (lateral force) pada saat
kendaraan membelok. Bantalan dipasangkan diantara axle
housing dan axle shaft, sedangkan roda dipasangkan
langsung pada axle shaft.
3) Poros Penggerak Roda Depan/ Front Axle Shaft
Pada kendaraan FF front axle berfungsi sebagai penggerak.
Konstruksi Front axle dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 51. Konstruksi Poros Penggerak Depan
Poros penggerak roda adalah poros yang berfungsi sebagai
pemindah tenaga dari differential ke roda-roda. Pada
Intermediate Shaft
42
kendaraan tipe FF, poros penggerak harus memiliki 2
persyaratan, yaitu : harus mempunyai mekanisme yang
menyerap perubahan panjang dari poros penggerak yang
mengiringi gerakan roda naik dan turun; harus dapat
memelihara operasi sudut yang sama ketika roda depan
dikemudikan dan harus memutar roda saat membentuk
kecepatan karena roda depan digunakan secara bersamaan
untuk pengemudian dan pemindahan tenaga.
Komponen/ sistem yang digunakan untuk memenuhi
persyaratan tersebut adalah universal joint tipe constant
velocity joint (CV Joint)
Constant velocity joint adalah tipe universal joint yang
memungkinkan untuk digunakan pada kendaraan FF, dimana
poros mampu meneruskan tenaga sambil terjadi perubahanperubahan
sudut. Ada dua jenis CV joint, yaitu : birfield joint
dan tripod joint.
Gambar 52. Konstruksi Birfield Joint
Konstruksi birfield joint adalah seperti gambar di atas. Inner
race dipasang ke dalam outer race yang berbentuk mangkuk
dengan menahan enam bola baja oleh suatu rangka.Tipe ini
43
banyak digunakan karena konstruksinya yang sederhana dan
kapasitas pemindahannya cukup besar.
Gambar 53. Konstruksi Tripod Joint
Sebuah tripod dengan tiga buah trunnion shaft pada plane
yang sama. Tiga buah roller dipasangakan pada trunnion ini
dan ke masing-masing roller dipasangkan tiga tulip dengan
celah paralel. Konstruksi ini juga sederhana dan umumnya
dapat bergerak dalam arah axial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar